Penyebab Keterlambatan Penginjeksian Bahan Bakar pada Mesin Diesel Induk di Kapal MT. Samudera Biru 168
DOI:
https://doi.org/10.61759/hmj.v7i1.122Keywords:
diesel engine, injection delay, preventive maintenanceAbstract
This study aims to analyze the causes and impacts of fuel injection delay in the main diesel engine of MT Samudera Biru 168. The research used a qualitative approach, with data collected through direct observation, interviews with engine room personnel, and analysis of the ship’s operational data. The findings reveal that the delay was caused by clogged injector nozzle holes due to carbon deposits, reducing injection pressure to 200 bar, below the normal specification of the B&W SSangyong engine (250–350 bar). The identified impacts include increased exhaust gas temperature in most cylinders, decreased temperature in one cylinder, higher exhaust emissions, and damage to injector components. Contributing factors were identified as poor fuel quality, suboptimal preventive maintenance schedules, and limited monitoring of injection pressure. Corrective actions taken included replacing the injector nozzle, cleaning the fuel system, recalibrating components, and conducting regular checks on the injection system. This study emphasizes the importance of implementing planned preventive maintenance, using high-quality fuel, and regularly monitoring engine operating parameters to maintain operational efficiency and prevent further damage. The results are expected to serve as a reference for ship diesel engine maintenance, supporting operational reliability and the sustainability of the maritime industry. In addition, this study is expected to inspire other researchers to conduct similar studies with a more in depth and comprehensive approach.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan dampak keterlambatan penginjeksian bahan bakar pada mesin diesel induk di kapal MT. Samudera Biru 168. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara dengan personel kamar mesin, serta analisis data operasional kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan penginjeksian disebabkan oleh tersumbatnya lubang nozzle injektor akibat penumpukan kerak karbon, sehingga tekanan injeksi turun menjadi 200 bar, di bawah spesifikasi normal mesin B&W SsangYong (250–350 bar). Dampak yang diidentifikasi meliputi kenaikan temperatur gas buang pada sebagian besar silinder, penurunan temperatur pada salah satu silinder, peningkatan emisi gas buang, dan kerusakan komponen injektor. Faktor pendukung lainnya adalah kualitas bahan bakar yang kurang baik, kurang optimalnya jadwal perawatan preventif, dan minimnya pengawasan terhadap tekanan injeksi. Upaya perbaikan yang dilakukan mencakup pergantian nozzle injektor, pembersihan sistem bahan bakar, kalibrasi ulang komponen, serta pengecekan berkala pada sistem injeksi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan perawatan preventif yang terencana, penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi, serta pengawasan rutin terhadap parameter kerja mesin untuk menjaga efisiensi operasional dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi perawatan mesin diesel kapal guna mendukung keandalan operasional dan keberlanjutan industri pelayaran. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada peneliti lain supaya dapat dilakukan penelitian dengan ide serupa namun lebih mendalam dan komprehensif.
References
Cahyono, D. (2017). Firing Order of Diesel Engines. Diambil kembali dari blog pelaut: https://www.pelaut.xyz/2017/11/firing-order-motor-diesel-
Doe, J. (2020). An Analysis of Combustion in Marine Diesel Engines. Journal of Marine Engineering, 123-134.
Herlina, Y., Pratama, G. D., & Waspodo, F. (2019). Inspeksi Rutin Injector Bahan Bakar pada Mesin Penggerak Utama. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 5(2), 45-58.
Heywood, J. B. (1988). Internal Combustion Engine Fundamentals. McGraw-Hill.
Julia, L., Martias, & Basri, I. Y. . (2014). Pengaruh Perubahan Waktu Penginjeksian terhadap Konsumsi Bahan Bakar. Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin, (hal. 10-20.).
Klaus, M., & Tschöke, H. (2010). Internal Combustion Engine Handbook: Basics, Components, Systems, and Perspectives. Springer.
Pulkrabek. (2004). Engineering Fundamentals of the internal combution Engine. New Jersey: Person Education.
Schobert, H. (2017). Chemistry of Fossil Fuels and Biofuels. CRC Press.
Smith, J. (2018). The Function and Design of Diesel Fuel Injection Systems. Journal of Automotive Engineering, 37(4). 200-215.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wärtsilä Corporation. (2015). Marine Diesel Engines Handbook. Helsinki: Wärtsilä Corporation.
Xin, Q. (2013). Diesel Engine System Design. Massachusetts: Elsevier.
Yeyen, H., & Pratama, G. D. (2019). Optimizing Fuel Injection Timing for Diesel Engines. International Journal of Mechanical Engineering. 11(4), 98-112.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hengkara Majaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
